Gaharu....
Gaharu, berasal dari bahasa Sangsekerta
“aguru” yang berarti tenggelam (kayu berat). Dalam perdagangan internasional
dikenal dengan nama agarwood, aloewood, atau eaglewood.
Sudah
gaharu, cendana pula". Itulah kata yang
pantas kita ungkapkan bahwasanya kedua jenis kayu tersebut punya nilai jual
sangat tinggi. Kayu cendana maupun gaharu (dari genus Aquilaria spp) merupakan
kekayaan sumber daya alam yang
saat ini di ambang kepunahan. kenapa .....?
- Produksi gaharu bersumber dari hutan alam dengan memungut dari bagian kayu dari pohon mati alami. Kini, untuk pemenuhan permintaan pasar, masyarakat memburu gaharu dengan cara menebang pohon hidup yang mengakibatkan populasi pohon penghasil gaharu semakin menurun dan mengancam kelestarian sumber daya serta mengancam dari kepunahan.
Solusi alternative secara teknis yang
dapat dilakukan adalah dengan pembudidayaan gaharu, baik pada kawasan insitu (endemik), maupun pada lahan ekssitu (non endemik) yang memenuhi kesesuain
tumbuh,proses produksi pengahasil gaharu
bisa dilakukan secara alami dan dimungkinkan produksi gaharu dapat direkayasa
secara buatan. Diharapkan pohon penghasil komersial serta adanya upaya rekayasa
produksi dapat memberikan nilai harapan perolehan pendapatan bagi masyarakat
dalam memperbaiki dan meningkatkan kehidupan social ekonomi serta perolehan
devisa bagi Negara dari sector kehutanan.
Salam Gaharu.
Tanam, hijaukan, lestarikan
untuk anak cucu
mendulang ekonomi dimasa mendatang
mendulang ekonomi dimasa mendatang